Dampak Kenaikan Harga Beras di Pacitan Mulai Dirasakan Pelaku UMKM Bidang Makanan

ndablek.com – Kenaikan harga beras di Pacitan Jawa Timur mulai dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama yang bergerak di bidang makanan.

Salah satu contohnya adalah Meru Kartini, seorang penjual nasi di Jalan Pacitan Ponorogo, Nanggungan Pacitan. Meru mengungkapkan bahwa keuntungan yang diperoleh dari penjualan nasi mulai menipis sejak harga beras naik.

Read More

Meru menjelaskan bahwa menaikkan harga makanan bukanlah pilihan yang tepat saat ini, karena para pedagang makanan mengalami dilema. “Labanya kalau dulu misalnya satu porsi untung dia ribu, sekarang seribu saja, yang penting biaya operasional tercukupi,” ungkap Meru.

Untuk mengatasi hal ini, Meru memutuskan untuk memasak nasi sedikit demi sedikit agar tidak ada sisa yang terbuang.

Dia mengaku bahwa setiap harinya ia membutuhkan sekitar 10 kg beras untuk produksi nasi yang dijual. Warung nasi yang dikelola oleh Meru buka dari pukul 06.00 WIB pagi hingga 17.00 WIB.

Meru berharap agar petani segera panen dan harga beras dapat segera stabil. Jika harga beras terus melambung tinggi, masyarakat pasti akan sangat terdampak, terutama karena beras masih menjadi sumber karbohidrat utama yang dipilih oleh masyarakat.

Meru juga menyebutkan bahwa saat ini ia membeli beras seharga 16 ribu rupiah jenis medium, karena beras premium dan super masih memiliki harga yang sangat tinggi. Dia juga menambahkan bahwa sebagai pedagang makanan, mereka tidak mungkin membeli beras subsidi. “kalau SP itu mahal banget kalau eceran, “pungkasnya

Related posts