Begini Keseharian MRS, Remaja 14 Tahun yang Tewas Diracun Sianida oleh Tetangganya

ndablek.com – Sedalam luka dan duka menyelimuti keluarga Muhamad Rizqhi Saputra, remaja berusia 14 tahun asal Sudimoro, Pacitan, Jawa Timur. Tragedi tersebut terjadi pada Jumat, 5 Januari 2024, ketika Rizqhi diduga menjadi korban pembunuhan dengan minuman kopi yang dicampur sianida.

 

Read More

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku keji adalah tetangga korban sendiri, Ayu Findi Antika (26). Pelaku, yang sebelumnya dianggap sebagai saudara sendiri oleh keluarga korban, terbukti mengejutkan dengan perbuatannya yang mengerikan.

 

Sukatmini, ibu korban, terpukul kehilangan anak satu-satunya yang telah dirawatnya sejak kecil. Harapan keluarga kecil ini untuk melihat Rizqhi tumbuh menjadi kebanggaan mereka pupus, dan Sukatmini dengan tegas menyatakan tidak ada kata maaf untuk pelaku.

 

“Saya ingin marah, tapi untuk apa? Anak saya tidak akan kembali. Kalau dengan keluarganya mungkin saya masih bisa memaafkan, tapi dengan Ayu tidak ada kata maaf,” ungkap Sukatmini dengan hati yang hancur.

 

Kini, keluarga pasrah dengan takdir dan hanya berharap bahwa proses hukum akan berjalan adil. Ayah korban, Tuari, menyatakan, “Gimana lagi namanya juga kehilangan anak. Sekarang kami hanya berharap pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya. Pokoknya saya ingin hukum seadil-adilnya.”

 

Di sekolah, Rizqhi dikenal sebagai pribadi yang baik, rajin, dan tertib. Kepala MTs Sudimoro, M Arifin, mengungkapkan kekejutan seluruh staf dan siswa saat mengetahui kejadian ini. “Setiap hari Rizqhi ini selalu datang lebih awal. Anak ini rajin puasa Senin Kamis. Hubungan dengan teman-teman juga baik. Seluruh guru dan siswa shock saat mengetahui kejadian ini.”

 

Rizqhi meninggal secara tragis setelah menghirup napas terakhirnya beberapa waktu setelah meminum kopi yang diduga dicampur sianida sebelum berangkat ke sekolah pada Jumat, 5 Januari 2024. Korban sempat mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

 

Polisi melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus ini, termasuk melakukan ekshumasi terhadap jasad korban. Hasil penyelidikan menyatakan bahwa Rizqhi meninggal karena kandungan sianida dalam kopi yang diminumnya.

 

Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, kasus ini menjadi sorotan dan mengejutkan masyarakat Sudimoro, Pacitan, yang berharap keadilan akan ditegakkan dengan seadil-adilnya.

Related posts